Selasa, 24 September 2013

KETIKA DI PERJALANAN Oleh; Afrizal S. S etelah mengikuti proses pembelajaran di suatu tempat yang agak jauh dari pemukiman masyarakat yaitu di gunung kukusan desa panceng selama satu tahun. Dan akhirnya tibalah masa liburan panjang dari sebelum bulan puasa Ramadhan hinggna lebaran ke sepuluh. Ketika itu terbersitlah niatku untuk pulang kekampung halan yang sangat aku cintai. Aku pun meminta kakak kelasku untuk membelikan tiket pesawat dan ternyata kakak kelasku itu membelikan tiket pesawat kelas eksekutif yaitu pesawat GARUDA . walaupun uang yang aku punya pada saat itu tidaklah begitu banya sekali, akan tetapi apa hendak dikata, seperti kata pepatah ‘’nasi telah menjadi bubur’’ terlanjur sudah, karena tiket itu telah di beli. Singkat cerita dan akhirnya aku pun meminta izin kepada para ustadz yang ada Di pondok pesantren hidayatullah luqman al hakim Surabaya . Setelah masalah perizinan selesai , malam harinya aku langsung mempersiapkan segala sesuatunya yang akan aku bawa nantinya. Setelah pagi hari bertepatan pada pukul 07.30 , akupun berangkat dari kamus STAIL Surabaya menuju setasion kereta api menuju Jakarta , karena tiket pesawat yang telah aku miliki bertujuan dari Jakarta ke medan. Jadi aku harus berangkat kejakarta terlebih dahulu. Mulai pada pukul 13.30 siang dari Surabaya hingga pukul 07.30 pagi , akhirnya tibalah aku di kota besar yaitu kota Jakarta. Setelah sampai di Jakarta akupun langsung menuju ke banbara yang ada di Jakarta yaitu yang bernama bandara soekarno hatta. Singkat cerita, setelah berada di bandara aku melihat tiket yang berada di tas bagian yang kecil ternyata jam terbang nya pukul 02.30 berarti waktu keberangkatan masih lumayan lama. Seketika itu pula , aku pun langsung beranjak menuju ke musholla terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat dhuha. Seiring dengan waktu yang terus putar, tidak terasa jam pun telah menunjukkan pukul 02.00 ,itu menandakan bahwa waktu keberangkatanku akan tiba sesaat lagi. Aku pun telah berada di ruang tunggu perawat dengan perasaan riang karena sesaat lagi aku akan sampai di kota medan. Untuk memastikan bahwa aku telah berada di ruang tunggu pesawat GARUDA akupun bertanya kepada peorang bapak-bapak yang kelihatan sudah agak tua yang berada di sampingku” permisi apa apa benar di sini adalah ruang tunggu pesawat GARUDA”? . dia pun menjawab” ya mungkin benar nak”. Mendengar jawaban itu aku pun kurang yakin,maka aku pun mencoba untuk bertanya kepada yang lainnya. Aku pun merasa sangat panik sekali, setelah mendengar jawaban dari seorang bapak separuh baya yang mengatakan “bukan nak,disini bukan ruang tunggu pesawa GARUDA tapi BATAVIA AIR. Dan seketika itu pula aku minta tolong kepadanya untuk mengantarkanku ke ruang tunggu pesawat GARUDA. Ternyata aku salah tempat , tapi alhamduliLLAH aku masih sempat untuk menaiki pesawat GARUDA itu . karena pada saat itu ada pengunduran keberangkatan. Aku sangat bersukur kepada ALLAH SWT karena aku yakin hal itu semua bisa terjadi tidaklah terlepas dari pengaturan-NYA. Sungguh kisah ini telah menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupahan dalam hidupku.



KETIKA DI PERJALANAN
Oleh; Afrizal S.

Description: C:\Users\AFRIZAL\Documents\408690_245213015552589_1454706956_n.jpg

S
etelah   mengikuti  proses  pembelajaran di suatu tempat  yang  agak jauh  dari  pemukiman masyarakat  yaitu di gunung kukusan desa  panceng  selama satu tahun. Dan  akhirnya tibalah masa liburan panjang  dari sebelum bulan puasa Ramadhan hinggna  lebaran ke sepuluh.
Ketika itu terbersitlah  niatku  untuk  pulang  kekampung  halan yang sangat aku cintai. Aku pun meminta kakak kelasku untuk  membelikan tiket pesawat dan  ternyata kakak kelasku itu membelikan tiket pesawat  kelas  eksekutif   yaitu pesawat GARUDA  .  walaupun uang yang aku punya  pada saat itu   tidaklah begitu banya sekali,  akan tetapi apa hendak dikata, seperti kata pepatah ‘’nasi telah menjadi bubur’’ terlanjur sudah,  karena tiket itu telah di beli.
Singkat cerita dan akhirnya aku pun meminta izin kepada para ustadz yang ada Di pondok pesantren hidayatullah  luqman al hakim Surabaya   .
Setelah masalah perizinan selesai , malam harinya  aku langsung  mempersiapkan segala sesuatunya yang akan  aku bawa nantinya. Setelah pagi hari  bertepatan pada pukul 07.30 ,  akupun   berangkat  dari kamus  STAIL  Surabaya  menuju  setasion kereta api   menuju Jakarta , karena  tiket pesawat yang telah aku miliki bertujuan dari  Jakarta ke medan. Jadi aku harus  berangkat kejakarta terlebih dahulu.    
Mulai  pada  pukul  13.30 siang   dari Surabaya  hingga  pukul 07.30  pagi , akhirnya tibalah aku di kota besar yaitu kota Jakarta. Setelah sampai di Jakarta  akupun langsung menuju ke banbara yang   ada di Jakarta  yaitu  yang bernama bandara soekarno hatta.
Singkat cerita,  setelah berada  di bandara   aku melihat tiket  yang berada di tas bagian yang kecil ternyata jam  terbang nya  pukul 02.30   berarti   waktu keberangkatan    masih  lumayan lama. Seketika itu pula  ,   aku pun langsung  beranjak menuju  ke musholla terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat dhuha. Seiring dengan waktu yang terus  putar,  tidak terasa  jam pun telah menunjukkan pukul  02.00 ,itu menandakan bahwa  waktu keberangkatanku   akan tiba   sesaat lagi. 
Aku pun telah berada  di ruang tunggu perawat   dengan  perasaan  riang  karena sesaat lagi aku akan sampai di kota medan.  Untuk memastikan  bahwa aku telah berada di ruang tunggu pesawat GARUDA  akupun bertanya  kepada peorang bapak-bapak  yang  kelihatan sudah agak tua yang berada di sampingku” permisi   apa  apa benar di sini adalah ruang  tunggu pesawat GARUDA”? .  dia pun menjawab” ya mungkin  benar nak”. Mendengar jawaban  itu aku pun kurang yakin,maka aku pun mencoba untuk  bertanya kepada  yang lainnya. Aku pun merasa sangat  panik sekali, setelah mendengar  jawaban dari  seorang  bapak  separuh baya  yang mengatakan “bukan nak,disini bukan ruang tunggu pesawa GARUDA tapi BATAVIA AIR. Dan  seketika itu pula  aku minta tolong  kepadanya   untuk mengantarkanku ke ruang tunggu pesawat GARUDA.
            Ternyata   aku salah  tempat ,  tapi alhamduliLLAH  aku masih sempat  untuk menaiki  pesawat GARUDA  itu .   karena  pada saat itu ada pengunduran keberangkatan. Aku sangat bersukur  kepada ALLAH SWT  karena aku yakin hal  itu semua bisa  terjadi  tidaklah terlepas dari pengaturan-NYA.    Sungguh  kisah  ini telah menjadi  kenangan yang  tak akan pernah  terlupahan  dalam hidupku.