KETIKA DI PERJALANAN
Oleh; Afrizal S.

| S |
etelah mengikuti proses pembelajaran di suatu tempat yang agak jauh dari pemukiman masyarakat yaitu di gunung kukusan desa panceng selama satu tahun. Dan akhirnya tibalah masa liburan panjang dari sebelum bulan puasa Ramadhan hinggna lebaran ke sepuluh.
Ketika itu terbersitlah niatku untuk pulang kekampung halan yang sangat aku cintai. Aku pun meminta kakak kelasku untuk membelikan tiket pesawat dan ternyata kakak kelasku itu membelikan tiket pesawat kelas eksekutif yaitu pesawat GARUDA . walaupun uang yang aku punya pada saat itu tidaklah begitu banya sekali, akan tetapi apa hendak dikata, seperti kata pepatah ‘’nasi telah menjadi bubur’’ terlanjur sudah, karena tiket itu telah di beli.
Singkat cerita dan akhirnya aku pun meminta izin kepada para ustadz yang ada Di pondok pesantren hidayatullah luqman al hakim Surabaya .
Setelah masalah perizinan selesai , malam harinya aku langsung mempersiapkan segala sesuatunya yang akan aku bawa nantinya. Setelah pagi hari bertepatan pada pukul 07.30 , akupun berangkat dari kamus STAIL Surabaya menuju setasion kereta api menuju Jakarta , karena tiket pesawat yang telah aku miliki bertujuan dari Jakarta ke medan. Jadi aku harus berangkat kejakarta terlebih dahulu.
Mulai pada pukul 13.30 siang dari Surabaya hingga pukul 07.30 pagi , akhirnya tibalah aku di kota besar yaitu kota Jakarta. Setelah sampai di Jakarta akupun langsung menuju ke banbara yang ada di Jakarta yaitu yang bernama bandara soekarno hatta.
Singkat cerita, setelah berada di bandara aku melihat tiket yang berada di tas bagian yang kecil ternyata jam terbang nya pukul 02.30 berarti waktu keberangkatan masih lumayan lama. Seketika itu pula , aku pun langsung beranjak menuju ke musholla terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat dhuha. Seiring dengan waktu yang terus putar, tidak terasa jam pun telah menunjukkan pukul 02.00 ,itu menandakan bahwa waktu keberangkatanku akan tiba sesaat lagi.
Aku pun telah berada di ruang tunggu perawat dengan perasaan riang karena sesaat lagi aku akan sampai di kota medan. Untuk memastikan bahwa aku telah berada di ruang tunggu pesawat GARUDA akupun bertanya kepada peorang bapak-bapak yang kelihatan sudah agak tua yang berada di sampingku” permisi apa apa benar di sini adalah ruang tunggu pesawat GARUDA”? . dia pun menjawab” ya mungkin benar nak”. Mendengar jawaban itu aku pun kurang yakin,maka aku pun mencoba untuk bertanya kepada yang lainnya. Aku pun merasa sangat panik sekali, setelah mendengar jawaban dari seorang bapak separuh baya yang mengatakan “bukan nak,disini bukan ruang tunggu pesawa GARUDA tapi BATAVIA AIR. Dan seketika itu pula aku minta tolong kepadanya untuk mengantarkanku ke ruang tunggu pesawat GARUDA.
Ternyata aku salah tempat , tapi alhamduliLLAH aku masih sempat untuk menaiki pesawat GARUDA itu . karena pada saat itu ada pengunduran keberangkatan. Aku sangat bersukur kepada ALLAH SWT karena aku yakin hal itu semua bisa terjadi tidaklah terlepas dari pengaturan-NYA. Sungguh kisah ini telah menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupahan dalam hidupku.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan